Serang -ISU BANTEN COM- Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, ratusan masyarakat pangasian cilik kecamatan Carenang Banten menggelar pawai, napak tilas perjuangan nabi.
“Pawai ta’aruf ini dilaksanakan sebagai bentuk napak tilas perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Harapannya, anak-anak dapat memetik hikmah perjuangan sang Nabi Agung, meneladani akhlak dan semangat beliau, serta memperoleh keberkahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah 1448,” ucap salah satu peserta pawai obor saat di temui awak media
Pawai berjalan cukup meriah,meski hujan tak membuat pantang menyerah para peserta pawai obor di tahun ini
Aksi kali ini juga sukses menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.
Setiap tahun, tanggal 1 Muharram hadir dengan tenang, tanpa kembang api, tanpa hitung mundur, tanpa pesta. Dan justru di sinilah perbedaan paling mendasar antara tahun baru Islam dengan perayaan tahun baru lainnya terlihat sangat jelas.
Tahun baru Islam bukan tentang euforia sesaat, tapi tentang refleksi, makna yang dalam, dan perjalanan sejarah yang sangat berharga.
Tahun Baru Islam atau 1 Muharram merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hijriah yang menandai pergantian tahun bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, momen ini kerap diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, mulai dari pengajian, doa bersama, pawai obor yang sangat meriah

