Serang, Isubanten.com ] - Para petani keluhkan air limbah berwarna hitam pekat dan bau tak sedap menyengat yang meluap dan mengalir ke sungai yang biasa di gunakan para petani guna mengairi sawahnya, namun di saat musim penghujan dan banjir mengakibatkan air sungai menjadi warna hitam pekat seperti minyak oli dan bau tak sedap menyengat, luapan air limbah tersebut di duga kuat berasal dari kawasan PT. Centa Brasindo Abadi Chemichal Industry (CBA), di wilayah kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
berbagai upaya para petani dari warga Desa Pasir Buyut Kecamatan Jawilan, hingga kini tak kunjung ada respon dan atau tindakan dari pemerintah terkait, dengan adanya luapan air limbah warna hitam pekat dan bau tak sedap yang mengalir ke sungai yang airnya biasa di gunakan untuk mengairi perkebunan dan persawahan para petani, yang di duga kuat air limbah tersebut berasal dari salah satu perusahaan di kawasan CBA di wilayah kecamatan Jawilan,
Hingga kini air limbah tersebut di duga kuat, masih mencemari sungai yang airnya biasa di gunakan oleh para petani untuk mengairi sawah dan perkebunan.
"Sementara ini kami mengeluh dalam bertani, semenjak adanya aliran limbah yang meluap dan merubah warna air sungai menjadi hitam pekat seperti oli dan bau tak sedap yang menyengat, untuk itu kami mengeluh karena air sungai yang biasa kami gunakan untuk mengairi sawah, saat ini menjadi warna hitam pekat seperti air minyak oli dan bau tak sedap yang menyengat, sehingga menimbulkan problem pencemaran lingkungan dalam bertani bagi kami,
"Dan sekarang air di sungai itu tidak bisa di gunakan lagi, karena selain warnanya yang hitam pekat seperti air minyak oli, juga airnya tercium bau tak sedap yang menyengat, membuat kepala seperti pusing, dan jika sekarang airnya kami gunakan untuk mengairi sawah maka padinya akan pada mati,
"Bahkan panen kemarin saat ada banjir diduga perusahaan di kawasan CBA membuang limbah cairan kimia hingga air limbah itu menyebar kepesawahan dan perkebunan kami, dan airnyapun hitam pekat seperti minyak oli juga bau tak sedap yang menyengat, sehngga padi kami pada mati,"kata salah satu petani asal pasir buyut yang enggan menyebutkan namanya, kepada awak media di lokasi.
Lebih lanjut para petani di lokasi mengatakan, Panen padi kemarin juga banyak yang gagal, karena dari tujuh petak sawah, biasa hasilnya dapat 1 ton, tapi sekarang hanya dapat 2 karung, selain itu temen - temen petani lainnya juga sama merasakan dampaknya, karena hasil panennya kebanyakan pada gagal,
"Dan kami sudah mengadukan tentang persoalan ini ke pihak desa bahkan ke kepala desa (kades) dan ke kecamatan, namun hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa,"terangnya di lokasi pada Selasa, 14/4/2026.
"Dan Kami sangat berharap kepada pemerintah terkait, baik dinas lingkungan hidup maupun dinas - dinas terkait, untuk segera menindak lanjuti persoalan ini dan memperhatikan keluhan para petani, agar kedepannya panen kami berbuah hasil dan tidak gagal panen,"harapnya.
Hingga berita ini di tayangkan awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak - pihak terkait.
*Reporter : Jasmani*

